Deddy Mizwar – Tokoh Perubahan 2007 versi Harian Republika

Anomali dari Panggung Hiburan

Dalam sebuah perbincangan di sebuah kafe di Jakarta, Deddy Mizwar pernah menyampaikan kegalauan hatinya. Ia merasa miris menyaksikan nasib anak bangsanya yang semakin toleran terhadap arus liberalisme dalam berkesenian. Kegalauannya memuncak tatkala menyaksikan dominasi tema yang hanya berpusar pada persoalan seks dan sadisme saja. Tetapi di dalam kesempatan yang sama itu juga, dengan penuh semangat Deddy berujar, ‘’Kesenian apapun dengan akhlak yang benar maka keluarnya akan tetap jernih.

Keyakinan putra Betawi kelahiran 5 Maret 1955 ini ternyata diejawantahkannya secara gemilang pada tahun 2007. Setidaknya, indikator yang paling mencolok merujuk pada dua karya seni yang dimainkan langsung sebagai tokoh utama oleh Deddy. Keduanya adalah film Nagabonar Jadi 2 dan sinetron kuis (sinekuis) Para Pencari Tuhan (PPT) yang menemani sahur pemirsa SCTV pada Ramadhan silam. Keduanya hadir dengan gaya yang sangat khas, penuh humor tetapi tetap kritis memotret persoalan sosial tanpa harus menggurui. Gaya semacam ini seakan mengingatkan kepada almarhum Asrul Sani yang juga menjadi ‘guru’ dari Deddy Mizwar.

Film Nagabonar Jadi 2 yang dirilis pada 29 Maret 2007 memperlihatkan sebuah karya yang mengusung idealisme dan patriotisme dengan kemasan satire. Idealisme dan patriotisme seperti barang sangat langka di negeri ini. Bahkan ada pandangan yang sangat kuat diyakini sebagian besar pemain di industri hiburan di negeri ini. ‘’Jika mau sukses dan untung maka jual saja mimpi karena menjual mimpi jauh lebih memikat dari pada idealisme dan patriotisme kebangsaan.

Hadirnya Nagabonar Jadi 2 pada tahun 2007 telah menjadi semacam anomali buat panggung layar perak di negeri ini. Di tengah maraknya tema-tema cinta picisan remaja dan horor, film yang naskahnya digarap oleh Musfar Yasin ini justru sangat kuat merekam sesuatu yang sangat substansial, yakni kesenjangan antargenerasi dan hilangnya perasaan cinta dalam makna universal.

Karakterisasi Nagabonar di sekuel ini ‘dipaksa’ untuk mengalah demi memamahi kemauan zaman yang sudah semakin menafikan hal-hal yang bersifat sakral buat generasi semacam Nagabonar. Dalam hal ini ceritanya dibangun ketika Bonaga (Tora Sudiro) — karakter eksekutif muda kota besar — berusaha menjual lahan perkebunan kelapa sawit milik Nagabonar kepada investor asal Jepang. Konflik terjadi karena di hamparan lahan itu terdapat makam emak dan si bujang yang tewas di zaman revolusi melawan pemerintah Belanda.

Memikat

Walau berangkat dengan ide yang sarat pesan moral, film ini ternyata mampu memikat beragam lapisan masyarakat. Bahkan selepas acara nonton bareng Nagabonar Jadi 2 di sebuah bioskop kelas 1 di Jakarta, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkata, ‘’Saya kira setelah sekian tahun, baru kali ini saya nonton film Indonesia. Saya juga merasa berdosa.

Sambutan dan apresiasi terhadap film ini tidak hanya sebatas omongan saja. Tetapi dari lima festival film di Indonesia, film ini selalu berhasil mencuri prestasi. Diawali dari Festival Film Bandung yang membawa pulang empat predikat bergengsi, yakni Film Terpuji, Aktor Terpuji (Tora Sudiro), Sutradara Terpuji (Deddy Mizwar), dan Aktor Pembantu Terpuji (Lukman Sardi).

Selanjutnya dari hajatan MTV Movie Awards — sebuah festival yang merepresentasikan penonton anak muda karena diselenggarakan oleh sebuah saluran remaja MTV — Nagabonar Jadi 2 ini lagi-lagi membawa tiga penghargaan plus sebuah predikat Lifetime Achievement Awards buat Deddy Mizwar.

Dari festival yang dinilai wartawan, yakni Festival Film Jakarta, film ini juga menyabet empat penghargaan, termasuk gelar sebagai pemeran pria utama terpilih buat Deddy Mizwar. Lalu dari festival bertaraf internasional bertajuk Jakarta International Film Festival (Jiffest) 2007, Deddy Mizwar membawa pulang Rp 50 juta sebagai hadiah karena dianugerahkan Sutradara Terbaik dalam Indonesian Feature Film Competition JiFFest 2007. Sedangkan pada Festival Film Indonesia Desember lalu, film ini berhasil pula mencuri enam trofi Citra.

Sementara itu untuk karya layar kaca sinekuis PPT, seakan menyalip sinetron Kiamat Sudah Dekat yang juga diotaki oleh Deddy Mizwar. Di dalam PPT Deddy tak cuma memperlihatkan sebuah konsistensi akting berkualitas bagi generasi di bawahnya. Tetapi lebih dari itu, dia tetap memberikan cerita segar berbalut nilai-nilai religi Islami yang tidak terasa ‘kacangan’ dan membosankan. Dalam hal ini, Deddy yang berperan sebagai sutradara tetap berpegang pada pakemnya: Menghibur sekaligus mendidik.

Alhasil, serial PPT ini mampu menjaring pemirsa televisi sekaligus menstimulasi posisi SCTV menjadi nomor satu dari seluruh stasiun televisi yang ada. Sukses serial ini tercermin dari hasil survei lembaga riset televisi, AGB Nielsen. Hampir di setiap pekannya, parameter rating dan share selalu bergerak naik.

Perolehan pemirsa ini tentu saja membawa berkah tersendiri buat SCTV. Jika di awal penayangan serial PPT harga iklan untuk 1 spot berdurasi 30 detik hanya dibanderol Rp10 juta, maka pada pekan kedua nilainya melambung lebih tinggi lagi.

Banjir rezeki yang mengalir kepada Deddy ternyata tidak membawanya menjadi orang-orang yang shocked. Justru, aliran rejeki itu membuat dia semakin termotivasi untuk mengembangkan human investment seperti melakukan workshop kesenian berbasis akhlak di berbagai tempat di Indonesia.

PRESTASI DEDDY MIZWAR Dalam Film Nagabonar Jadi 2 Festival Film Bandung 2007 1. Sebagai Film Terpuji 2. Lakon Utama Pria Terpuji 3. Sutradara Terpuji (Deddy Mizwar) 4. Lakon Pembantu Terpuji 5. Penulis Skenario Terpuji 6. Editing Terpuji

Festival Film Jakarta 2007 1. Film Terpilih 2. Pemeran Utama Pria Terpilih (Deddy Mizwar) 3. Pemeran Pembantu Pria Terpilih 4. Penulis Skenario Terpilih 5. Penghargaan Khusus Film Terlaris 2007

Festival Film Indonesia 2007 1. Film Terbaik 2. Pemeran utama pria terbaik (Deddy Mizwar) 3. Pemeran pendukung pria terbaik 4. Penulis skenario cerita terbaik 5. Penata suara terbaik 6. Penghargaan khusus penyutradaraan pilihan dewan juri (Deddy Mizwar)

PRESTASI DEDDY MIZWAR Sinetron Favorit Pemirsa 1. Lorong Waktu (1-6) 2. Kiamat Sudah Dekat 3. Para Pencari Tuhan (PPT)

Tokoh Perubahan 2005

Tokoh Perubahan 2006

Advertisements